Memahami demografi Desa Pamulihan berarti melihat gambaran masyarakat yang dinamis di salah satu desa terluas di Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes. Sebagai desa yang menjadi titik temu antara wilayah agraris dan perbukitan, komposisi penduduknya mencerminkan karakter masyarakat Jawa pedalaman yang religius dan pekerja keras.
Berikut adalah ulasan mengenai aspek demografi Desa Pamulihan:
1. Jumlah Penduduk dan Kepadatan
Desa Pamulihan merupakan salah satu desa dengan populasi yang cukup besar di Kecamatan Larangan. Berdasarkan data agregat kependudukan terbaru, jumlah penduduk desa ini mencapai lebih dari 12.000 jiwa.
-
Distribusi Gender: Rasio jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan cenderung seimbang, dengan persentase laki-laki sedikit lebih unggul karena faktor struktur ketenagakerjaan sektor pertanian.
-
Kepadatan: Meskipun jumlah penduduknya besar, kepadatan penduduknya tergolong sedang karena wilayah administratif Desa Pamulihan yang sangat luas (didominasi lahan hutan dan tegalan).
2. Struktur Usia dan Angkatan Kerja
Secara demografis, Pamulihan memiliki struktur usia muda (ekspansif). Sebagian besar penduduk berada dalam kelompok usia produktif (15–64 tahun).
-
Bonus Demografi: Banyaknya penduduk usia produktif menjadi mesin penggerak ekonomi desa, terutama di sektor pertanian dan perdagangan.
-
Migrasi: Terdapat fenomena “urbanisasi musiman”. Banyak pemuda atau warga usia produktif yang merantau ke kota-kota besar seperti Jakarta, Bogor, atau Tangerang saat menunggu masa panen atau setelah musim tanam usai.
3. Profil Sosio-Ekonomi
Mata pencaharian penduduk adalah indikator utama dalam demografi ekonomi Desa Pamulihan.
| Sektor Pekerjaan | Estimasi Persentase | Deskripsi |
| Petani & Buruh Tani | 70% – 75% | Fokus utama pada komoditas bawang merah, jagung, dan padi. |
| Pedagang | 10% | Perdagangan hasil bumi dan kebutuhan pokok di pasar lokal. |
| Karyawan/Merantau | 10% | Bekerja di sektor formal di kota besar atau industri lokal. |
| Lainnya (PNS, Guru, TNI/Polri) | 5% | Sektor jasa dan pelayanan publik. |
4. Keberagaman Budaya dan Agama
Penduduk Desa Pamulihan memiliki latar belakang budaya yang kental dengan nilai-nilai tradisional Brebesan.
-
Agama: Mayoritas absolut penduduk memeluk agama Islam. Hal ini tercermin dari banyaknya fasilitas ibadah seperti masjid dan mushola yang tersebar di setiap dusun (RW), serta aktifnya kegiatan pengajian dan jam’iyyah.
-
Bahasa: Bahasa utama yang digunakan adalah bahasa Jawa dialek Brebes. Namun, karena letaknya yang berada di jalur transisi, terdapat pengaruh kosakata Sunda dalam komunikasi sehari-hari, menciptakan dialek yang unik dan khas.
-
Pendidikan: Kesadaran akan pendidikan terus meningkat. Selain sekolah formal (SD, SMP, SMA), keberadaan Pondok Pesantren dan Madrasah memainkan peran vital dalam membentuk karakter demografi yang religius.
5. Pola Pemukiman
Penduduk Desa Pamulihan tersebar di beberapa dusun atau wilayah rukun warga (RW). Pola pemukiman cenderung memanjang mengikuti alur jalan utama (linier) dan mengelompok di dekat sumber air atau area persawahan yang subur.
Catatan Penting: Solidaritas sosial atau “gotong royong” masih sangat kuat dalam struktur sosial masyarakat Pamulihan, baik dalam acara keluarga (hajatan) maupun kegiatan pembangunan fasilitas umum desa.
